Malaikat Cahaya

on Jumat, 16 Maret 2012
Malam bersembunyi dalam gelap. Kini bermacan desas-desus deras menghantam fantasiku. Aku telah jatuh, tatkala harap telah berpindah pemiliknya. Kesepuluh jemari masih menggerutu di atas papan kunci, menunggu pinangan indah dari pemilik separuh hati.

“Krinnggg,” buatan Finlandia itu kini memajang seuntai kata. Hati kini dipagari rindu, amat dalam dan sangat dalam.

“Tetap sabar, aku yakin semangatmu tak prnah habis,” rasaku bergetar, sebuah kalimat penyemangat yang jiwaku ingin sekali saksikan. Malam ini kau datang, mengobati pilu dan kesakitan. Aku senang.

 # # #

Malam ini aku kembali jatuh…
Apakah kau akan kembali datang, wahai Malaikat Cahayaku …

Kesasar !

on Kamis, 24 November 2011
Bantuan orang lain sangat berarti dalam hidup


        Malu bertanya, sesat di jalan. Sebuah pribahasa yang cukup layak untuk menjelaskan apa yang ku alami hari ini. Tak ada yang mengira akan terjadi seperti ini. Perjalanan menuju SMA Negeri 2 Pinrang (Kec. Tiroang, Kab. Pinrang) yang menjadi tempat tujuanku untuk mengantar undangan memang tidak terlalu jauh. Namun, Kesombongan dan Ke-sotta-an membawa ku pada kesesatan. Perjalanan di bawah panas terik matahari terasa sangat lama. Tentu, karena kami (aku dan Dinul, teman sekelasku) sudah sangat jauh melewati sekolah tersebut. Banyangkan saja kami sudah menjauhi kota Pinrang sepanjang 11 km. Tinggal 9 km lagi maka kami akan tiba di Kab. Sidrap, daerah tetangga.



Beruntunglah kami, seorang Polisi dengan wajah ‘menyeramkan’ telah memberitahu kami bahwa kita sudah sangat jauh melewati SMA 2. Tak khayal, semua tubuhku terasa lemas menyadari kenyataan tersebut. Kembali ke panas terik, perjalanan menuju SMA 2 terasa tanpa arti dan tujuan. Yah,  itulah sepercik pengalamanku hari ini. Semoga dapat menjadi pelajar yang bisa sangat berarti buat ku. ^_^

Mencintai Seseorang

on Rabu, 23 November 2011
Mencintai seseorang … ?

Tak ada masalah dengan ‘mencintai seseorang’ . walaupan tanpa membuat relasi Cinta. Seperti perkataan Mr. meong, cinta itu tak harus dimengerti. Namun, harus dirasakan dengan hati. Merasakan sebuah cinta tentu saja melahirkan sebuah kasih sayang, jika tidak… maka itu bukan ‘cinta’ yang baik.
Cinta tak harus memiliki … ? aku beranggapan itu benar. Cukup rasakan dengan hati, itu dapat lebih menenangkan daripada mengucapkan.
Kembali ke ‘mencintai seseorang’ tanpa memiliki Itu tak masalah. Tohh.. kita diciptakan dengan perasaan cinta dan kasih sayang walaupun tanpa hal yang namanya 'pengungkapan' ...


Jalur Laut Tenang

on Sabtu, 24 September 2011

Kau adalah temanku. Kau adalah sahabatku. Kau juga adalah kekasihku. Tapi itu sudah lampau, bukan sekarang. Tersungkur oleh musuh umat Muhammad, itulah yang kau alami. Bergelut dengan perbuatan nista. Apa kau bangga dengan semua ini ? Apa itu adalah tujuanmu dilahirkan ? Hanya kau yang tahu itu, bukan aku.

Kau di berikan kehidupan, tapi inikah caramu membalas pemberian itu ? Ketahuilah, sobat. Sekarang kita hanya berada di tempat persinggahan, tempat kita menunggu. Dan pada akhirnya, beberapa tahun, bulan, hari, atau mungkin berhitung jam, menit, dan detik. Aku, kamu dan jenismu yang lain, akan meninggalkan ruang tunggu ini.

Tapi lain hal dengan aku, sobat. Aku punya bekal. Sesuatu yang diperlukan setelah melewati ruang tunggu ini. Namun, bagaimana denganmu ? Apa kau juga mempunyai hal yang sama denganku ? Aku pikir tidak.

Kini, kau berada di “Jalur Laut Tenang” sebuah jalur dimana engkau tidak bisa berputar arah lagi. Terus mengikuti arus dan pada ujungnya, kau akan menemukan tempat musuh.